Ketika MC Pimpin Musdes dan BPD Jadi Peserta, Demokrasi Desa di Mana?

Senin, 30 Desember 2024 - 19:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INTAINEWES.ID – Pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) untuk penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) adalah momentum penting yang menunjukkan transparansi dan partisipasi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Namun, apa jadinya jika yang memimpin Musdes malah Master of Ceremony (MC), sementara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang seharusnya menjadi pengawal demokrasi desa malah hanya duduk sebagai peserta?

MC Jadi Ketua, BPD Jadi Penonton: Sebuah Anomali

Bayangkan sebuah rapat resmi di mana protokol acara mendadak mengambil alih fungsi legislatif desa. MC, yang biasanya hanya mengarahkan jalannya acara, mendadak jadi pengambil keputusan. Sedangkan BPD, yang memiliki mandat untuk membahas dan menyetujui LKPJ, malah diposisikan sebagai peserta pasif. Ini ibarat film superhero di mana tokoh utamanya cuma jadi figuran!

BPD adalah representasi rakyat, bukan dekorasi. Kalau cuma jadi peserta, buat apa ada mereka?” ujar seorang pegiat Desa

Implikasi Serius bagi Demokrasi Desa

1. Pengaburan Peran dan Fungsi: Ketika MC memimpin Musdes, garis pembagian fungsi antara penyelenggara acara dan lembaga pengawas jadi kabur. Ini bukan hanya melanggar etika, tetapi juga aturan.

2. Melemahkan Legitimasi Keputusan: Musdes yang dipimpin oleh pihak yang tidak berwenang membuat hasilnya rawan dipertanyakan. Apakah ini benar-benar Musdes, atau sekadar formalitas belaka?

3. Merosotnya Kepercayaan Publik: Jika masyarakat melihat BPD tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kepercayaan mereka pada pemerintah desa pun ikut tergerus.

Kembalikan Peran ke Jalurnya

1. Pastikan BPD Memimpin: Sebagai lembaga yang mewakili masyarakat, BPD harus memimpin Musdes sesuai dengan aturan yang berlaku.

2. Perjelas Tugas MC: MC cukup mengatur alur acara, bukan mengambil alih diskusi atau keputusan.

3. Edukasi Aparatur Desa: Semua pihak harus memahami peran dan tanggung jawab masing-masing untuk menghindari insiden serupa di masa depan.

Jangan Campur Aduk Formalitas dengan Formalin

Musdes yang dipimpin MC sementara BPD jadi peserta adalah parodi tata kelola pemerintahan desa. Jika ini terus dibiarkan, demokrasi desa hanya akan menjadi ilusi.

Pemerintah desa harus segera memperbaiki praktik semacam ini agar LKPJ tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga mencerminkan akuntabilitas dan transparansi yang sesungguhnya. Sebab, demokrasi itu butuh peran nyata, bukan sekadar skenario acara!

Penulis : Ib

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN
Polres Jeneponto Gelar Bakti Sosial di HUT Bhayangkara ke-80, Bagikan Beras Gratis ke Warga
Ada Kuota 5% Jalur Perbatasan! Peluang Emas Siswa Maros & Gowa Masuk SMPN 20 Makassar*
Sukses Kukuhkan Anggota Baru Periode 2026–2029 Di Galesong Takalar Media Buser Info
Media Buser Info Sulsel Lantik Anggota Baru Penasehat Sahar dg Tawang tekankan jurnalis independen anti hoax
Ratusan Pendaftar Bakal Ramaikan Pesta Rakyat Lomba Balap Jolloro’ Mini Kapolres Maros Cup Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:16

Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 

Sabtu, 4 Juli 2026 - 20:09

USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:22

USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN

Kamis, 2 Juli 2026 - 05:34

Polres Jeneponto Gelar Bakti Sosial di HUT Bhayangkara ke-80, Bagikan Beras Gratis ke Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 13:23

Ada Kuota 5% Jalur Perbatasan! Peluang Emas Siswa Maros & Gowa Masuk SMPN 20 Makassar*

Berita Terbaru