Demo Panas di Asahan: APMPB Tolak HGU PT. BSP, BARABAS Desak Grab dan Maxime Dihapus!

Senin, 10 Februari 2025 - 14:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asahan,– Ratusan massa dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pejuang Bangsa (APMPB) dan Barisan Rakyat Abang Becak Asahan (BARABAS) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Asahan pada Senin (10/2/2025). 

Kedua kelompok ini menyuarakan tuntutan berbeda, namun sama-sama menekan pemerintah daerah untuk segera bertindak.

Dalam orasinya, Ketua APMPB H. Zukifli Matondang dan Sekretaris M. Arifsyah Parlindungan menyatakan sikap tegas menolak pembaruan Hak Guna Usaha (HGU) PT. BSP.

Menurut mereka, lahan yang sebelumnya dikuasai PT. BSP kini telah menjadi lahan tidur dan semak belukar sejak HGU berakhir pada 30 April 2022, namun perusahaan masih menguasai hasil produksinya.

Selain itu, mereka menuding PT. BSP tidak memenuhi kewajibannya selama 25 tahun terakhir, di antaranya:

Tidak mengalokasikan lahan plasma bagi masyarakat sekitar, yang seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

Kurangnya transparansi penyaluran dana CSR yang seharusnya digunakan untuk kepentingan sosial dan ekonomi masyarakat.

Terlibat dalam sengketa lahan selama bertahun-tahun, yang menurut mereka semakin merugikan rakyat.

Diduga melakukan MOU tidak jelas dengan Pemkab Asahan, bahkan ada dugaan adanya permainan antara pemerintah daerah dan PT. BSP.

Sementara itu, kelompok BARABAS yang dipimpin Alex Margolang menuntut pemerintah segera mencabut izin operasional Maxime dan Grab di Kabupaten Asahan.

Mereka menilai kehadiran angkutan berbasis aplikasi telah menggerus penghasilan para tukang becak, terutama di Kota Kisaran.

Tuntutan mereka antara lain:

Mencabut izin operasional Maxime dan Grab melalui Dinas Kominfo Asahan.

Memastikan Maxime dan Grab hengkang dari Kota Kisaran.

Menuntut Irian Supermarket menghentikan promosi Maxime dan Grab.

Mengancam akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan tidak dipenuhi.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Kantor Bupati Asahan, menunggu respons dari pemerintah daerah. Aparat kepolisian tampak berjaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Aksi ini menjadi sorotan publik, mengingat isu HGU PT. BSP dan keberadaan transportasi online telah lama menjadi perdebatan di Asahan. Bagaimana sikap Bupati Asahan terhadap tuntutan ini? Publik masih menunggu keputusan pemerintah daerah.

Penulis : Afrizal Margolang

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada Apa? Imam Desa Jenetallasa Tolak Nikahkan Warganya Yang Hendak Rujuk Kembali 
Muhammad Al Yusril, Pasien RS. Syekh Yusuf Gowa, Akhirnya Pulang Tanpa Biaya Berkat Upaya Kemanusiaan  
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Mutu Gula Aren “Aren Kita” di Desa Bulo-Bulo, Bulukumba
Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro
Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak
Bupati Gowa Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP di Malino
Pastikan Tepat Sasaran, Bupati Talenrang Turun Langsung Distribusikan KKS PKH dan BPNT di Biringbulu
Wabup Gowa Dorong Penguatan TNI–Pemda Hadapi Tantangan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 01:43

Ada Apa? Imam Desa Jenetallasa Tolak Nikahkan Warganya Yang Hendak Rujuk Kembali 

Minggu, 23 November 2025 - 18:59

Muhammad Al Yusril, Pasien RS. Syekh Yusuf Gowa, Akhirnya Pulang Tanpa Biaya Berkat Upaya Kemanusiaan  

Selasa, 11 November 2025 - 13:12

Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Mutu Gula Aren “Aren Kita” di Desa Bulo-Bulo, Bulukumba

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:01

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:18

Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak

Berita Terbaru