Modus Crosmatch Darah, Oknum Dokter PPDS RSHS Bius dan Ruda Paksa Keluarga Pasien

Kamis, 10 April 2025 - 23:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, – Aksi bejat seorang oknum residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung mengguncang dunia medis. Seorang anak pasien menjadi korban dugaan pembiusan dan rudapaksa yang dilakukan oleh pelaku yang tengah menempuh pendidikan di salah satu universitas ternama di Bandung.

Kasus ini mencuat ke publik setelah akun Instagram @ppdsgramm membagikan laporan dari seseorang yang mengaku mendapat informasi langsung dari lingkungan rumah sakit.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa dua orang residen anestesi diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap penunggu pasien menggunakan obat bius.

“Assalamualaikum dok, izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anastesi PPDS FK melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius,” tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (10/4/2025).

Kronologi kejadian bermula ketika korban, seorang perempuan yang sedang menjaga ayahnya di ruang ICU, ditawari bantuan crosmatch darah oleh salah satu pelaku. Pelaku menawarkan prosedur itu agar prosesnya lebih cepat, dengan mengarahkan korban ke lantai 7 gedung baru RSUP Hasan Sadikin.

“Pasiennya pre op perlu darah, nah sama si pelaku ditawarin ke anak pasien, cross match-nya sama saya aja biar cepet prosesnya, dibawalah pasien ke gd MCHC lt7, eicis gedung baru. Lantai 7-nya masih kosong,” tulis akun tersebut lagi.

Setibanya di lokasi, korban diminta berganti pakaian dengan pakaian pasien. Tanpa curiga, korban mengikuti arahan tersebut.

Namun setelahnya, ia ditemukan dalam kondisi sempoyongan sekitar pukul 05.00 pagi. Selain merasakan nyeri di area bekas infus (IV), korban juga mengeluh kesakitan pada area sensitifnya.

Merasa ada yang tidak beres, korban langsung menjalani visum oleh dokter spesialis kandungan (SpOG). Hasilnya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan seksual.

Insiden yang diduga terjadi pada pertengahan Maret 2025 ini kini sedang dalam penanganan hukum. Pelaku utama telah ditahan oleh Polda Jawa Barat sejak 23 Maret 2025.

Pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin maupun institusi pendidikan yang menaungi pelaku hingga kini belum memberikan keterangan resmi ke publik. Sementara itu, kasus ini menuai kecaman luas dan menjadi sorotan tajam di media sosial serta kalangan medis.

Penulis : Sri Yolanda Tangahu

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan
Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri
Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand
Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG
Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah
Wamenkomdigi: Bebas Punya Banyak Akun Medsos, Asal Terikat Single ID
6.118 Personel Disiagakan Kawal Aksi Demo Ojol di Jakarta Pusat
Purbaya Yudhi Sadewa Resmi Jabat Menkeu, Janjikan Pertumbuhan Ekonomi hingga 7 Persen

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 21:22

KPK Amankan Gubernur Riau Abdul Wahid dalam Operasi Tangkap Tangan

Senin, 3 November 2025 - 18:14

Eggi Sudjana Belum Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Alasan Sakit di Luar Negeri

Sabtu, 27 September 2025 - 21:13

Pengusaha Sunarko Rilis E-book “Strategi Daftar Merek Disetujui DJKI” untuk Bantu Entrepreneur Amankan Brand

Sabtu, 27 September 2025 - 18:56

Usai Lawatan Luar Negeri, Presiden Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan Program MBG

Kamis, 25 September 2025 - 12:07

Pembangunan Berkeadilan, Menteri Nusron Tegaskan Reforma Agraria Jawab Ketimpangan Tanah

Berita Terbaru