*Makassar, Intainews Id-(22/6/2026)* – Kabar gembira bagi calon siswa dari Kabupaten Maros dan Gowa. SMP Negeri 20 Makassar membuka peluang masuk lewat *kuota 5% Jalur Perbatasan* pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tahun ajaran 2026/2027.
Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SMPN 20 Makassar, Muhammad Said S,Pd M.Si, menyebut kuota ini jadi keunggulan SMPN 20 dibanding sekolah lain.
“Khusus SMPN 20, kita diberikan tambahan kuota 5% untuk jalur perbatasan luar zonasi. Artinya kita bisa meng-_cover_ siswa dari Kabupaten Maros seperti Moncongloe dan BTP, serta daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gowa,” jelas Said saat ditemui di Jl. Inspeksi Pam No.20, Manggala, Selasa (24/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski disebut “luar zonasi”, Said menegaskan kuota 5% ini tetap dihitung dalam skema jalur zonasi. Artinya, seleksi tetap berdasarkan ranking jarak titik koordinat rumah ke sekolah.
“Walau dari Maros atau Gowa, tetap diukur radiusnya. Sistem komputer yang akan meranking. Jadi tidak bisa diintervensi. Yang penting Kartu Keluarga Makassar atau Kabupaten yang berbatasan langsung,” tegasnya.
SPMB SMPN 20 Makassar digelar online dalam dua tahap. *Tahap pertama* jalur Non-Zonasi meliputi Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi sudah selesai pada 18-21 Juni 2026.
*Tahap kedua* jalur Zonasi dengan kuota 45% dari total daya tampung sedang berlangsung. Kuota 5% perbatasan ini menjadi bagian dari 45% tersebut.
Tahun ini SMPN 20 Makassar hanya menerima 10 rombongan belajar atau 320 siswa. Jumlah itu sudah termasuk pengurangan siswa kelas 7 yang tinggal kelas.
“Kami sudah ajukan ke Dinas Pendidikan bahwa daya tampung SMPN 20 hanya 10 kelas. Yang jelas tidak boleh melebihi 320 siswa,” kata Said.
Ia mengimbau orang tua untuk aktif _upload_ data karena semua proses _online_. “Kalau ada masalah sinyal atau titik koordinat KK tidak terbaca, solusinya _upload_ terus sampai masuk server. Yang penting KK Makassar atau dari daerah perbatasan yang ditentukan,” tutupnya.
Jurnalist:(Kul indah)










