Warga Binaan Lapas Kelas II A Pematang Siantar Hasilkan Panen 300 Kg Ikan Lele

Sabtu, 27 Januari 2024 - 11:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun-sulsel.intainews.id – Pematang Siantar,-27/1/2024 Kalapas Kelas II A Pematang Siantar memberikan perhatian khusus bagaimana WBP memiliki keterampilan sesuai bakat mereka,yang nantinya setelah bebas dari tahanan bisa diterima masyarakat untuk itu pihak Kalapas melaksanakan dan memberikan pembinaan dan pelaksanan Bimtek keterampilan untuk masa depan mereka setelah bebas masa hukuman terhadap warga binaan,ungkap Kalapas.

Tentunya Warga binaan tidak hanya sebatas menjalani hukuman penjara semasa pidananya lalu bebas tanpa.memiliki keterampilan,Lapas melakasanakan berbagai macam kegiatan pisitif diterapkan sebagai bentuk pembinaan bagi warga binaan yang tengah dimasyarakatkan.

Sebagai keberhasilan dari dampak Bimtek Budi daya ikan lele inilah salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang di terapkan di berbagai lapas di seluruh Indonesia,karena lele merupakan kebutuhan pangan berkualitas sekaligus budi dayanya yang terbilang mudah serta ramah lingkungan.

Di Lapas Pematangsiantar sendiri, budi daya ikan lele ini dengan memanfaatkan lahan Luar Tembok lapas, serta ditenak oleh warga binaan dibawah bimbingan petugas.

Kepala Lapas Kelas IIa Pematang Siantar, M. PITHRA JAYA SARAGIH, tampak turun langsung ke lokasi budi daya lele didampingi kasi Giatja, H. Hutauruk. Beliau mengaku bangga atas capaian dan keberhasilan program ini.

“Program pembinaan kemandirian ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan, tetapi juga membantu mereka membangun rasa tanggung jawab dan disiplin. Panen lele ini adalah bukti nyata bahwa dengan kesungguhan dan bimbingan yang tepat, para warga binaan dapat mencapai prestasi positif”, ucap Kalapas.

Panen lele tersebut merupakan wujud keberhasilan program pembinaan kemandirian di lapas yang bertujuan memberikan keterampilan kepada warga binaan. Harapannya, WBP dapat mandiri setelah menjalani hukuman. Lele yang telah dipelihara oleh para WBP sebanyak 50.000 ekor dan berhasil dipanen 300 kg yang nantinya akan dijual dan hasilnya akan dimasukkan ke PNBP.

Selama proses ini, para warga binaan juga mendapatkan pembinaan keterampilan dan pengetahuan mengenai manajemen usaha peternakan lele. Hasilnya, panen ikan lele yang dilakukan menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian.

Wiwin prayuni

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tetap Kokoh Meski Banyak Tantangan, Husniah Talenrang Jadi Teladan Pemimpin Perempuan
Musrenbang Desa Kabba Bahas Rencana Kegiatan Pembangunan Tahun 2027
Makam Raja Raja Tallo Menjadi Saksi Pelantikan Pengurus DPP Cobra Legend Indonesia Periode 2026-2031
Sekolah Sudirman 1 Makassar gencarkan pembenahan menyambut Adiwiyata nasional
Siap menyambut Hut kemerdekaan ke 81 Kecamatan Tamalanrea tegaskan kerjasama dan kebersamaan
Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:00

Tetap Kokoh Meski Banyak Tantangan, Husniah Talenrang Jadi Teladan Pemimpin Perempuan

Senin, 27 Juli 2026 - 12:58

Makam Raja Raja Tallo Menjadi Saksi Pelantikan Pengurus DPP Cobra Legend Indonesia Periode 2026-2031

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:42

Sekolah Sudirman 1 Makassar gencarkan pembenahan menyambut Adiwiyata nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 14:34

Siap menyambut Hut kemerdekaan ke 81 Kecamatan Tamalanrea tegaskan kerjasama dan kebersamaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:16

Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 

Berita Terbaru