AJI Semarang Kecam Intervensi Wartawan dalam Kasus Penembakan Pelajar

Selasa, 3 Desember 2024 - 12:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang mengkritik keras tindakan seorang wartawan yang diduga turut mengintervensi penanganan kasus penembakan GRO (17), seorang pelajar yang menjadi korban tewas akibat tindakan aparat kepolisian. AJI menyebut tindakan ini mencederai prinsip-prinsip jurnalistik dan melanggar kode etik profesi.

Pengungkapan keterlibatan wartawan dalam kasus ini berawal dari kesaksian salah satu kerabat korban, berinisial S. Ia menyatakan bahwa sehari setelah insiden tragis yang merenggut nyawa GRO, keluarga didatangi oleh Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, bersama seorang wartawan berbadan gempal pada Senin malam, 25 November 2024.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga diminta untuk menandatangani surat pernyataan dan rekaman video yang menyatakan bahwa mereka telah mengikhlaskan kepergian GRO. Namun, permintaan itu ditolak tegas oleh pihak keluarga karena dianggap tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Ketua AJI Semarang, Aris Mulyawan, mengecam keras keterlibatan jurnalis dalam upaya menutupi fakta kasus itu. “Perbuatan seperti ini adalah pelanggaran serius yang mencoreng integritas profesi jurnalis. Jurnalis memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan kebenaran tanpa memihak kepentingan tertentu,” ujar Aris pada Selasa, 3 Desember 2024.

Aris menjelaskan bahwa tindakan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Menurut Pasal 4 UU Pers, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi manusia, dan pers nasional memiliki kewajiban untuk mencari serta menyampaikan informasi kepada publik. “Namun, dalam kasus ini, wartawan justru berusaha menghalangi rekan-rekan jurnalis lain meliput peristiwa tersebut dengan dalih kasus akan dirilis setelah Pilkada 2024,” tambahnya.

Aris juga menyoroti Pasal 18 UU Pers yang menyatakan bahwa menghambat kerja pers secara sengaja dan melawan hukum dapat dikenakan pidana penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta. “Ironisnya, tindakan semacam ini justru dilakukan oleh wartawan itu sendiri,” tegas Aris.

Lebih lanjut, Aris menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan kode etik AJI. Kode etik tersebut mengatur agar jurnalis tidak menyembunyikan informasi yang penting bagi publik, memberikan ruang kepada pihak yang tidak mampu menyuarakan pendapat mereka, dan tidak memanfaatkan informasi untuk keuntungan pribadi.

“Perilaku wartawan ini sangat jauh dari tanggung jawabnya sebagai penyampai informasi yang berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik,” tegasnya.

Aris menyatakan bahwa kasus ini menjadi pelajaran penting bagi dunia jurnalistik di Semarang. Ia mengingatkan bahwa wartawan harus senantiasa memegang prinsip keadilan dan keberpihakan pada publik, serta menaati aturan dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. “Wartawan adalah penyampai kebenaran, bukan humas kepolisian,” pungkas Aris.***

 

 

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ada Apa? Imam Desa Jenetallasa Tolak Nikahkan Warganya Yang Hendak Rujuk Kembali 
Muhammad Al Yusril, Pasien RS. Syekh Yusuf Gowa, Akhirnya Pulang Tanpa Biaya Berkat Upaya Kemanusiaan  
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Mutu Gula Aren “Aren Kita” di Desa Bulo-Bulo, Bulukumba
Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro
Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak
Bupati Gowa Bagikan Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP di Malino
Pastikan Tepat Sasaran, Bupati Talenrang Turun Langsung Distribusikan KKS PKH dan BPNT di Biringbulu
Wabup Gowa Dorong Penguatan TNI–Pemda Hadapi Tantangan Daerah

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 01:43

Ada Apa? Imam Desa Jenetallasa Tolak Nikahkan Warganya Yang Hendak Rujuk Kembali 

Minggu, 23 November 2025 - 18:59

Muhammad Al Yusril, Pasien RS. Syekh Yusuf Gowa, Akhirnya Pulang Tanpa Biaya Berkat Upaya Kemanusiaan  

Selasa, 11 November 2025 - 13:12

Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Mutu Gula Aren “Aren Kita” di Desa Bulo-Bulo, Bulukumba

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:01

Hari Santri Nasional ke-10,Wabup Gowa Menjadi Pembina Upacara Di Pondok Pesntren As Sunnah Panciro

Jumat, 3 Oktober 2025 - 15:18

Tingkatkan Layanan RSUD Syekh Yusuf, Bupati Gowa Lakukan Inspeksi Mendadak

Berita Terbaru