Horor Penemuan Kuburan Massal di Suriah, Jejak Kekejaman Rezim Assad

Rabu, 18 Desember 2024 - 21:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Suriah, Bassar Al Assad.

SURIAH- Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad, dunia dikejutkan dengan penemuan lebih dari 100.000 mayat di kuburan massal yang tersebar di Suriah. Salah satu situs terbesar ditemukan di al-Qutayfah, sekitar 25 mil di utara Damaskus. Para korban diduga menjadi sasaran penyiksaan brutal dan eksekusi sistematis selama konflik yang berlangsung lebih dari satu dekade.

Mouaz Moustafa, Direktur Eksekutif Syrian Emergency Task Force (SETF), menyebut penemuan ini sebagai bukti nyata dari kekejaman sistematis. “Kuburan massal ini adalah pengingat mengerikan tentang bagaimana rezim Assad mengoperasikan ‘mesin kematian’. Ribuan korban dibantai tanpa perikemanusiaan, dan dunia harus mengambil tindakan untuk keadilan,” katanya.

Menurut laporan organisasi hak asasi manusia, para korban dikuburkan menggunakan buldoser untuk memadatkan jasad-jasad di satu lokasi. Banyak dari mereka dilaporkan mengalami penyiksaan berat sebelum dieksekusi. “Ini adalah kejahatan perang yang paling mencolok. Setiap korban memiliki cerita yang hilang, keluarga yang hancur, dan harapan yang direnggut,” ujar seorang penyelidik yang terlibat dalam pengungkapan kasus ini.

Jaksa penuntut kejahatan perang internasional, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan pentingnya langkah cepat untuk penyelidikan. “Kami memiliki bukti kuat. Setiap pelaku harus diadili di pengadilan internasional. Dunia harus menyampaikan pesan tegas bahwa kejahatan seperti ini tidak akan pernah ditoleransi,” katanya.

Konflik Suriah, yang dimulai pada 2011, telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi. Penemuan kuburan massal ini menambah catatan kelam dalam sejarah perang tersebut.

“Setiap nyawa yang hilang adalah tragedi besar. Kita harus memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab membayar kejahatan mereka, sehingga tragedi ini tak terulang,” tutup Moustafa.

Dunia kini menanti langkah konkret untuk menuntut keadilan bagi para korban dan memastikan tragedi ini menjadi pelajaran bagi generasi mendatang.***

 

Penulis : Wawan S

Sumber Berita : New York Post

Follow WhatsApp Channel sulsel.intainews.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musrenbang Desa Kabba Bahas Rencana Kegiatan Pembangunan Tahun 2027
Makam Raja Raja Tallo Menjadi Saksi Pelantikan Pengurus DPP Cobra Legend Indonesia Periode 2026-2031
Sekolah Sudirman 1 Makassar gencarkan pembenahan menyambut Adiwiyata nasional
Siap menyambut Hut kemerdekaan ke 81 Kecamatan Tamalanrea tegaskan kerjasama dan kebersamaan
Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN
USAI LANTIK 10 DPC, APDESI SULSEL GASPOL 3 PROGRAM: DARI ASPIRASI DESA HINGGA SOLUSI LAHAN
Polres Jeneponto Gelar Bakti Sosial di HUT Bhayangkara ke-80, Bagikan Beras Gratis ke Warga

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:31

Musrenbang Desa Kabba Bahas Rencana Kegiatan Pembangunan Tahun 2027

Senin, 27 Juli 2026 - 12:58

Makam Raja Raja Tallo Menjadi Saksi Pelantikan Pengurus DPP Cobra Legend Indonesia Periode 2026-2031

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:42

Sekolah Sudirman 1 Makassar gencarkan pembenahan menyambut Adiwiyata nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 14:34

Siap menyambut Hut kemerdekaan ke 81 Kecamatan Tamalanrea tegaskan kerjasama dan kebersamaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:16

Pesantren Ramah Anak,Kepala Seksi Pontren Kemenag Sulsel Kunjungi Pondok Pesantren As Sunnah Panciro 

Berita Terbaru